Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Perbankan & Keuangan/Fintech & Digital
Fintech & Digital

Bitcoin Bertahan di Atas US$75.000 di Tengah Gejolak Global

Harga Bitcoin bertahan di kisaran US$75.000 meski ada ketidakpastian geopolitik, menunjukkan daya tarik sebagai aset digital di pasar yang bergejolak.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
19 April 2026 · 15:14 WIB
1 menit baca
Harga Bitcoin tetap di atas US$75.000 di tengah ketidakpastian geopolitik. Baca selengkapnya di beritaekonomi.id. #PasarModal #Bitcoin #EkonomiIndonesia
FOTOHarga Bitcoin menunjukkan ketahanan di atas US$75.000 meski adanya gejolak global. Ketidakpastian geopolitik memberikan dampak pada aliran dana ke aset digital, menciptakan peluang dan tantangan bagi investor. Baca artikel lengkap di beritaekonomi.id. #PasarModal #Bitcoin #EkonomiIndonesia

Poin Utama

  • Harga Bitcoin bertahan di atas US$75.000
  • 📅 17 April 2026, Iran mengumumkan Selat Hormuz terbuka untuk pelayaran
  • Bitcoin melonjak hampir 20 persen dari titik terendah pasca-serangan
  • Laporan kegagalan perundingan damai antara AS dan Iran pada 13-14 April berdampak pada pasar kripto

BERITAEKONOMI — (2026/04/19) Harga Bitcoin (BTC) tetap bertahan di atas US$75.000 pada pekan ketiga April 2026, meskipun adanya ketidakpastian geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurut CNBC Indonesia, kondisi ini memberikan dampak positif pada aliran dana jangka pendek ke aset digital, saat banyak investor mencari alternatif di tengah guncangan pasar.

Setelah guncangan awal akibat ketegangan di Timur Tengah, pasar memperlihatkan penguatan. Pada 17 April 2026, setelah Iran mengumumkan Selat Hormuz terbuka untuk pelayaran, beberapa investor beralih dari aset tradisional ke Bitcoin dan minyak, meskipun partisipasi Bitcoin mengalami penurunan sembilan persen. Data dari Capital.com menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin melonjak hampir 20 persen dari titik terendah pasca-serangan, banyak pedagang ritel tidak beralih ke Bitcoin dan lebih memilih minyak.

Selama minggu lalu, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan respons yang terukur terhadap informasi terbaru dari kawasan tersebut. Laporan mengenai kegagalan perundingan damai antara AS dan Iran pada 13-14 April juga berdampak pada dinamika pasar kripto, yang memaksa investor untuk lebih hati-hati dalam mengambil keputusan.

Di tengah semua ini, evaluasi terhadap indikator makroekonomi global menjadi penting untuk memahami kelanjutan pergerakan harga Bitcoin. Dengan faktor-faktor geopolitik yang terus berkembang, investor di pasar kripto dihadapkan pada tantangan dalam menentukan langkah selanjutnya.

Baca lainnya

Semua Liputan