Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Teknologi & Digital/AI & Machine Learning
AI & Machine Learning

Adopsi AI di Indonesia: Peluang dan Tantangan untuk Pertumbuhan Ekonomi

Adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan PDB hingga 3,67%, meski membawa tantangan di sektor penerjemahan.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
19 April 2026 · 12:15 WIB
1 menit baca
Adopsi AI di Indonesia dapat meningkatkan PDB hingga 3,67%. Namun, sektor penerjemahan juga menghadapi tantangan baru. Baca selengkapnya di beritaekonomi.id. #TeknologiIndonesia #AI #EkonomiDigital
FOTOKecerdasan buatan (AI) menawarkan peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan potensi kontribusi yang signifikan terhadap PDB. Namun, sektor penerjemahan harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan ini. Temukan lebih banyak informasi mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi di artikel lengkap kami di beritaekonomi.id. #TeknologiIndonesia #AI #EkonomiDigital

Poin Utama

  • AI berpotensi meningkatkan kontribusi hingga 3,67% terhadap PDB

BERITAEKONOMI — (2026/04/19) Indonesia menyaksikan perkembangan signifikan dalam adopsi kecerdasan buatan (AI), yang berpotensi meningkatkan kontribusi hingga 3,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi, terutama AI, kini menjadi penentu daya saing di era digital.

Meutya menjelaskan bahwa pergeseran nilai dalam ekonomi saat ini tidak lagi terfokus pada sumber daya, melainkan pada kemampuan mengelola data untuk menciptakan solusi. Ia mengungkapkan harapannya bahwa Indonesia dapat memaksimalkan pemanfaatan AI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di dalam negeri. Ini sejalan dengan data Bank Dunia yang menunjukkan potensi besar dalam sektor digital di Indonesia.

Sementara itu, Eki Qushay Akhwan, Wakil Ketua Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI), menyoroti bahwa kemunculan AI juga membawa tantangan bagi sektor penerjemahan. Dalam peluncuran Aliansi Penerjemahan, Penjurubahasaan, dan Komunikasi China–ASEAN di Xiamen University Malaysia, Eki mengungkapkan bahwa pendidikan penerjemah harus beradaptasi dengan perubahan kompetensi yang dibutuhkan pasar akibat kehadiran AI. Ia mencatat bahwa selama ini, pendidikan penerjemah lebih berfokus pada penguasaan bahasa dan teknik penerjemahan konvensional, yang kini perlu diperbarui.

Dengan adanya tantangan dan peluang yang disebabkan oleh kemajuan AI, baik pemerintah maupun sektor pendidikan diharapkan dapat berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan keterampilan baru. Hal ini menjadi penting agar Indonesia dapat bersaing secara global dalam era digital yang semakin maju.

Entitas yang Disebut
meutya_hafidkemen_komdigi

Baca lainnya

Semua Liputan