Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Bisnis & Korporasi/Investasi & Funding
Investasi & Funding

Investasi Energi Hijau Indonesia Butuh US$ 500 Miliar, Buka Peluang bagi Investor

Pemerintah Indonesia membuka peluang investasi energi hijau senilai US$ 500 miliar, menarik minat investor luar negeri di tengah tantangan kelayakan proyek.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
23 April 2026 · 15:22 WIB
1 menit baca
Pemerintah Indonesia membuka peluang investasi energi hijau senilai US$ 500 miliar. Simak selengkapnya di beritaekonomi.id. 🌱💡 #EnergiHijau #Investasi #BisnisIndonesia
FOTOPemerintah Indonesia berkomitmen untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan dengan membuka peluang investasi yang diperkirakan mencapai US$ 500 miliar. Hal ini menarik perhatian investor luar negeri meskipun ada tantangan terkait kelayakan proyek. Simak analisis lengkapnya di beritaekonomi.id. 🌍🔋 #EnergiHijau #Investasi #BisnisIndonesia

Poin Utama

  • Investasi energi hijau Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari US$ 500 miliar
  • 📅 Target Net Zero Emissions pada tahun 2060

BERITAEKONOMI — (2026/04/23) Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dengan membuka peluang investasi yang diperkirakan mencapai lebih dari US$ 500 miliar. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa program-program terkait energi hijau menjadi daya tarik bagi investor luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia.

Rosan menegaskan bahwa minat investasi di sektor energi bersih semakin meningkat, sejalan dengan keinginan investor untuk berkontribusi dalam pengembangan yang berdampak positif terhadap lingkungan. Ia menambahkan bahwa komitmen pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emissions di tahun 2060 semakin memperkuat daya tarik investasi ini.

Namun, tantangan utama dalam menarik investasi yang besar tersebut adalah masalah kelayakan proyek. Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengingatkan bahwa meskipun ada kebutuhan dana yang besar, kesiapan struktur dan bankability proyek menjadi faktor krusial yang harus diperhatikan. Menurutnya, kepastian harga dan kelayakan proyek menjadi hal yang menentukan dalam menarik minat investor.

Dengan demikian, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap proyek yang direncanakan tidak hanya menarik secara investasi, tetapi juga layak secara finansial. Dalam konteks ini, pemerintah diharapkan dapat memfasilitasi pengembangan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan sektor energi hijau di Indonesia.

Entitas yang Disebut
rosan_roeslanikemen_investasi_hilirisasi

Baca lainnya

Semua Liputan