Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Ekonomi Makro/Inflasi & Harga
Inflasi & Harga

Harga Emas dan Biaya Energi Meningkat di Tengah Ketegangan Geopolitik

(2026/04/25) Harga emas dunia mengalami kenaikan kecil, sedangkan Uni Eropa menghadapi lonjakan biaya impor energi akibat konflik di Timur Tengah.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
25 April 2026 · 16:09 WIB
2 menit baca
Kenaikan harga emas dan biaya energi.
FOTOHarga emas mengalami kenaikan kecil di tengah ketegangan geopolitik, sementara Uni Eropa menghadapi lonjakan biaya impor energi akibat konflik di Timur Tengah.

Poin Utama

  • Harga emas spot naik 0,3 persen menjadi USD4.710,57 per ons
  • Harga emas berjangka mencapai USD4.725,40 per ons
  • Biaya impor bahan bakar fosil Uni Eropa meningkat sebesar 25 miliar euro

BERITAEKONOMI — (2026/04/25) Harga emas dunia mengalami sedikit kenaikan pada perdagangan Jumat, didorong oleh melemahnya dolar, di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Harga emas spot tercatat naik 0,3 persen menjadi USD4.710,57 per ons, sedangkan harga emas berjangka berada di level USD4.725,40 per ons.

Walaupun harga emas menunjukkan kenaikan, logam mulia ini tetap berada dalam jalur penurunan mingguan. Hal ini disebabkan oleh lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi, serta suku bunga yang diperkirakan akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang panjang. Ketidakpastian ini memberikan dampak negatif bagi pasar emas, yang biasanya dianggap sebagai aset aman di saat kondisi pasar yang bergejolak.

Di sisi lain, konflik yang berlangsung di Timur Tengah juga memberikan dampak besar terhadap biaya impor energi di Uni Eropa. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengungkapkan bahwa biaya impor bahan bakar fosil telah meningkat sebesar 25 miliar euro (sekitar Rp505 triliun) sejak awal konflik. Menurutnya, dampak nyata dari konflik ini terasa jelas, dan tanpa adanya tambahan energi, tagihan untuk impor bahan bakar fosil terus melonjak.

Ursula von der Leyen menegaskan, "Setelah 55 hari konflik di Timur Tengah, dampaknya terasa nyata. Tagihan kita untuk impor bahan bakar fosil telah melonjak lebih dari 25 miliar euro." Pertemuan informal yang diadakan para pemimpin Uni Eropa di Siprus membahas isu-isu geopolitik, termasuk dampak dari konflik ini, dan upaya untuk mengatasi tantangan yang dihadapi.

Rincian dampak ekonomi dari situasi ini adalah sebagai berikut:

  • Harga emas spot naik 0,3 persen menjadi USD4.710,57 per ons.
  • Harga emas berjangka mencapai USD4.725,40 per ons.
  • Biaya impor bahan bakar fosil Uni Eropa meningkat sebesar 25 miliar euro.
  • Konflik telah berlangsung selama 55 hari, dengan dampak yang terasa jelas pada ekonomi.

Ke depan, kondisi geopolitik yang tidak menentu ini diperkirakan akan terus mempengaruhi pasar energi dan logam mulia. Investor harus memperhatikan perkembangan lebih lanjut dalam negosiasi antara AS dan Iran, serta dampak dari konflik di Timur Tengah terhadap pasar global.

Baca lainnya

Semua Liputan