Inflasi Indonesia Diproyeksi Stabil di Bawah 3,5%, BI Rate Tetap 4,75%
HSBC memproyeksikan inflasi Indonesia tetap di bawah 3,5% jika harga minyak normal, sementara Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75% untuk stabilitas rupiah.

Poin Utama
- ▸Inflasi Indonesia diproyeksi tetap di bawah 3,5%
- ▸📅 BI Rate tetap di 4,75% setelah Rapat Dewan Gubernur pada 21 dan 22 April 2026
- ▸Suku bunga Deposit Facility tetap di 3,75% dan Lending Facility di 5,5%
- ▸Target inflasi 2,5% ± 1% untuk periode 2026 dan 2027
BERITAEKONOMI — Dalam konteks ini, Bank Indonesia (BI) juga mengambil langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi dengan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 21 dan 22 April 2026, sebagai upaya untuk memperkuat nilai tukar rupiah di tengah memburuknya kondisi ekonomi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa langkah ini konsisten dengan upaya menjaga inflasi dalam sasaran, yaitu 2,5% ± 1% untuk periode 2026 dan 2027.
Bank Indonesia juga menetapkan suku bunga Deposit Facility tetap di 3,75% dan suku bunga Lending Facility di 5,5%. Langkah-langkah tersebut adalah bagian dari komitmen BI untuk mengoptimalkan instrumen kebijakan moneter demi memastikan ketahanan ekonomi. Dengan situasi yang dinamis, stabilitas nilai tukar rupiah menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan global yang ada.
Dengan proyeksi inflasi yang stabil dan kebijakan moneter yang responsif, Indonesia diharapkan dapat mempertahankan pertumbuhan ekonominya di tengah ketidakpastian global.


