Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Ekonomi Makro/Inflasi & Harga
Inflasi & Harga

Inflasi Indonesia Diproyeksi Stabil di Bawah 3,5%, BI Rate Tetap 4,75%

HSBC memproyeksikan inflasi Indonesia tetap di bawah 3,5% jika harga minyak normal, sementara Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75% untuk stabilitas rupiah.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
23 April 2026 · 12:22 WIB
1 menit baca
HSBC memproyeksikan inflasi Indonesia tetap di bawah 3,5%, sementara Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75%. Baca selengkapnya di beritaekonomi.id. 📈💵 #EkonomiIndonesia #Inflasi #BankIndonesia
FOTODalam menghadapi ketidakpastian global, HSBC memproyeksikan inflasi Indonesia tetap stabil di bawah 3,5% jika harga minyak menurun. Di saat yang sama, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75% untuk menjaga stabilitas rupiah. Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan yang ada. Baca artikel lengkap di beritaekonomi.id. 📊💰 #EkonomiIndonesia #Inflasi #BankIndonesia

Poin Utama

  • Inflasi Indonesia diproyeksi tetap di bawah 3,5%
  • 📅 BI Rate tetap di 4,75% setelah Rapat Dewan Gubernur pada 21 dan 22 April 2026
  • Suku bunga Deposit Facility tetap di 3,75% dan Lending Facility di 5,5%
  • Target inflasi 2,5% ± 1% untuk periode 2026 dan 2027
(2026/04/23) HSBC Global Investment Research memproyeksikan inflasi Indonesia dapat tetap di bawah 3,5 persen, meskipun ada tantangan dari krisis energi global. Ekonom HSBC Pranjul Bhandari menyatakan bahwa jika harga minyak rata-rata mencapai USD 80 per barel dan mulai turun, inflasi dapat terjaga di level tersebut. Namun, tantangan energi yang berbeda dapat menyebabkan dampak yang kompleks bagi perekonomian, termasuk kebutuhan akan minyak dan gas.

BERITAEKONOMI — Dalam konteks ini, Bank Indonesia (BI) juga mengambil langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi dengan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 21 dan 22 April 2026, sebagai upaya untuk memperkuat nilai tukar rupiah di tengah memburuknya kondisi ekonomi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa langkah ini konsisten dengan upaya menjaga inflasi dalam sasaran, yaitu 2,5% ± 1% untuk periode 2026 dan 2027.

Bank Indonesia juga menetapkan suku bunga Deposit Facility tetap di 3,75% dan suku bunga Lending Facility di 5,5%. Langkah-langkah tersebut adalah bagian dari komitmen BI untuk mengoptimalkan instrumen kebijakan moneter demi memastikan ketahanan ekonomi. Dengan situasi yang dinamis, stabilitas nilai tukar rupiah menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan global yang ada.

Dengan proyeksi inflasi yang stabil dan kebijakan moneter yang responsif, Indonesia diharapkan dapat mempertahankan pertumbuhan ekonominya di tengah ketidakpastian global.

Entitas yang Disebut
biperry_warjiyo

Baca lainnya

Semua Liputan