Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Perbankan & Keuangan/Perbankan Tradisional
Perbankan Tradisional

BPD Didorong Bertransformasi Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Bank Pembangunan Daerah (BPD) didorong untuk bertransformasi menjadi orkestrator pertumbuhan ekonomi daerah dalam menghadapi tantangan fiskal yang meningkat.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
16 April 2026 · 23:45 WIB
2 menit baca
BPD didorong untuk bertransformasi menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah. Baca selengkapnya di beritaekonomi.id. #EkonomiIndonesia #PerbankanIndonesia #Investasi
FOTOBank Pembangunan Daerah (BPD) sedang didorong untuk mengambil peran lebih strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Dalam seminar yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam pembiayaan ditekankan untuk mengatasi tantangan fiskal. Baca artikel lengkap di beritaekonomi.id. #EkonomiIndonesia #PerbankanIndonesia #Investasi

Poin Utama

  • Populasi Jawa Tengah mencapai hampir 38 juta jiwa, menuntut pembangunan kolaboratif

BERITAEKONOMI — (2026/04/17) Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia didorong untuk bertransformasi dari sekadar pengelola dana pemerintah daerah menjadi orkestrator pertumbuhan ekonomi regional. Transformasi ini diperlukan untuk meningkatkan peran BPD dalam mendukung pembangunan ekonomi di tengah tekanan fiskal yang semakin meningkat dan penurunan dana transfer ke daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), Agus H. Widodo, dalam Seminar Nasional Bank Pembangunan Daerah yang berlangsung di Solo. Dalam seminar tersebut, Agus menekankan pentingnya BPD untuk beradaptasi dengan perubahan lanskap ekonomi dan mengambil inisiatif yang lebih proaktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah. "BPD harus memberikan inovasi pembiayaan yang produktif dan terukur," ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, juga menegaskan bahwa BPD merupakan salah satu indikator penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan populasi Jawa Tengah yang mencapai hampir 38 juta jiwa, pembangunan harus dilakukan secara kolaboratif, bukan parsial. "Bank daerah ini adalah salah satu indikator dalam rangka meningkatkan ekonomi daerah. Tapi kita tidak bisa bekerja sendiri, harus kolaboratif," kata Luthfi.

Transformasi BPD menjadi orkestrator pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat mengatasi kendala yang dihadapi oleh pemerintah daerah, khususnya terkait dengan keterbatasan ruang fiskal. Penurunan dana transfer ke daerah membuat BPD harus lebih aktif dalam mencari dan mengelola sumber dana alternatif. Inovasi dalam pembiayaan yang diusulkan oleh ASBANDA akan menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas BPD dalam mengelola dana dan mendorong investasi di tingkat lokal.

Ke depan, BPD diharapkan mampu berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur dan sektor-sektor produktif lainnya yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Ini juga menjadi tantangan bagi BPD untuk menjalin kemitraan yang lebih baik dengan sektor swasta dan lembaga keuangan lainnya, demi menciptakan sinergi yang lebih efektif.

Dengan bertransformasi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, BPD dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh daerah-daerah di Indonesia. Apakah BPD akan mampu memenuhi harapan ini dan benar-benar berperan sebagai orkestrator pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing? Hanya waktu yang akan menjawab.

Entitas yang Disebut
asbandaprov_jawa_tengah

Baca lainnya

Semua Liputan