Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Ekonomi Makro/Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter

Bank Indonesia Catat Pertumbuhan Kredit 9,49% di Tengah Ketahanan Perbankan

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan ketahanan perbankan yang kuat dan pertumbuhan kredit 9,49% pada Maret 2026 dalam menghadapi dampak perang di Timur Tengah.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
22 April 2026 · 15:23 WIB
1 menit baca
Gubernur BI mengungkapkan ketahanan perbankan yang kuat dan pertumbuhan kredit 9,49%. Baca selengkapnya di beritaekonomi.id. 📈💼 #EkonomiIndonesia #BankIndonesia #KreditPerbankan
FOTOGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa ketahanan perbankan nasional tetap kuat di tengah tantangan global. Dengan pertumbuhan kredit mencapai 9,49% pada Maret 2026, sektor perbankan menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik. Simak analisis lengkapnya di beritaekonomi.id. 📊📉 #EkonomiIndonesia #BankIndonesia #KreditPerbankan

Poin Utama

  • Pertumbuhan kredit perbankan Maret 2026 sebesar 9,49% yoy
  • Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan Februari 2026 tercatat 25,83%
  • Rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan di level 2,17% bruto
  • Kredit investasi tumbuh 20,85% yoy
  • 📅 Rapat Dewan Gubernur April 2026

BERITAEKONOMI — (2026/04/22) Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa ketahanan perbankan nasional tetap kuat untuk memitigasi risiko dari dampak perang di Timur Tengah. Dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada April 2026, Perry menyatakan likuiditas perbankan yang memadai, kapasitas permodalan yang terjaga, serta risiko kredit yang rendah menjadi faktor kunci ketahanan ini.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Februari 2026 tercatat tinggi sebesar 25,83 persen, menunjukkan kekuatan dalam menyerap risiko serta mendukung pertumbuhan kredit. Selain itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan berada di level rendah, yaitu 2,17 persen (bruto) dan 0,83 persen.

Dalam konteks pertumbuhan kredit, BI mencatat bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen year on year (yoy), meningkat dari 9,37 persen yoy pada Februari 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor kredit investasi yang tumbuh 20,85 persen yoy, diikuti oleh kredit modal kerja dan kredit konsumsi yang masing-masing tumbuh 4,38 persen yoy dan 5,88 persen yoy.

Minat penyaluran kredit diperkirakan tetap baik, dengan persyaratan pemberian kredit yang longgar, meskipun terdapat penurunan minat di segmen konsumsi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan eksternal, perbankan Indonesia menunjukkan ketahanan dan kemampuan untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Entitas yang Disebut
biperry_warjiyo

Baca lainnya

Semua Liputan