Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Ekonomi Makro/Inflasi & Harga
Inflasi & Harga

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi dan Proyeksi Ekonomi Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Kenaikan harga BBM nonsubsidi dinilai wajar oleh para pakar, di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5% meski ada ketidakpastian global.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
19 April 2026 · 12:15 WIB
1 menit baca
Kenaikan harga BBM nonsubsidi dianggap wajar oleh para pakar, sementara proyeksi ekonomi Indonesia tetap optimis di atas 5%. Baca selengkapnya di beritaekonomi.id. #EkonomiIndonesia #Inflasi #PasarEnergi
FOTOKenaikan harga BBM nonsubsidi yang berlaku sejak 18 April 2026 dinilai sebagai langkah yang tak terhindarkan oleh para pakar, sejalan dengan perkembangan harga energi global. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5% menunjukkan optimisme meski dihadapkan pada ketidakpastian global. Baca artikel lengkap di beritaekonomi.id. #EkonomiIndonesia #Inflasi #PasarEnergi

Poin Utama

  • 📅 Kenaikan harga BBM nonsubsidi per 18 April 2026
  • Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh di atas 5% pada tahun 2026

BERITAEKONOMI — (2026/04/19) Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 18 April 2026 dinilai sebagai langkah yang wajar di tengah lonjakan harga energi global. Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menyatakan bahwa keputusan pemerintah untuk menyesuaikan harga tersebut tepat, terutama karena harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar.

Dalam konteks yang lebih luas, analis di BCA Research menyatakan bahwa lonjakan harga energi tidak akan mengakibatkan inflasi yang tak terkendali dalam jangka panjang. Mereka mencatat bahwa meskipun harga minyak melonjak, faktor-faktor seperti perlambatan pertumbuhan upah dapat membantu menstabilkan inflasi. Hal ini menunjukkan bahwa risiko inflasi di ekonomi global tetap rendah untuk 12 bulan ke depan.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah ketidakpastian global. Pada Pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa pengelolaan nilai tukar yang fleksibel dan penguatan instrumen moneter akan menjadi fokus untuk menjaga daya tarik aset domestik. Sementara itu, lembaga riset NEXT Indonesia Center memperkirakan ekonomi Indonesia berpeluang tumbuh di atas 5% pada tahun 2026, meskipun dihadapkan pada tekanan eksternal yang semakin tajam.

Entitas yang Disebut
bibahlil_lahadaliaesdm

Baca lainnya

Semua Liputan