Pemerintah Pastikan Ketahanan Pangan Aman di Tengah Fluktuasi Harga Plastik
Pemerintah mengonfirmasi ketahanan pangan nasional terjaga dengan stok beras 4,7 juta ton, meski ada fluktuasi harga plastik yang mempengaruhi harga pangan.

Poin Utama
- ▸📅 Stok beras nasional mencapai 4,7 juta ton
BERITAEKONOMI — (2026/04/18) Pemerintah Indonesia memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga meski menghadapi fluktuasi harga plastik yang berpotensi memengaruhi harga bahan pokok. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan telah melakukan perhitungan dampak fluktuasi harga plastik terhadap harga pangan, termasuk beras dan gula.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan rapat untuk membahas dampak kekurangan pasokan bahan baku plastik yang dapat memengaruhi sektor pangan. “Begitu ada isu plastik mengalami kekurangan pasok, kita sudah diskusi menghitung berapa sih dampaknya per kilogram terhadap beras dan gula,” ungkapnya di Jakarta. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas pasokan pangan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa stok pangan nasional saat ini aman. Pada acara Seminar Nasional di Banyumas, ia menyebutkan stok beras mencapai 4,7 juta ton. Ia optimis produksi pangan nasional akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun ada tekanan dari konflik global yang berdampak pada banyak negara. Zulkifli menambahkan, selain beras, kebutuhan pangan lainnya seperti ikan dan telur juga dalam kondisi mencukupi.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan dan mencegah inflasi yang dapat merugikan masyarakat. Rapat yang dilakukan oleh Bapanas menjadi langkah konkret untuk mengantisipasi potensi dampak fluktuasi harga plastik terhadap komoditas pangan yang vital bagi masyarakat.



