Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Ekonomi Makro/Nilai Tukar
Nilai Tukar

Rupiah Melemah 0,1% di Tengah Harapan Gencatan Senjata AS-Iran

Pergerakan kurs rupiah dipengaruhi oleh potensi gencatan senjata antara AS dan Iran, meskipun nilai tukar melemah 0,1% pada 17 April 2026.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
17 April 2026 · 11:14 WIB
2 menit baca
Rupiah melemah 0,1% di tengah harapan gencatan senjata AS-Iran. Baca selengkapnya di beritaekonomi.id. #EkonomiIndonesia #PasarModal #Rupiah
FOTONilai tukar rupiah mengalami penurunan 0,1% pada 17 April 2026, meskipun ada harapan terkait gencatan senjata antara AS dan Iran. Situasi ini berpotensi mempengaruhi perekonomian Indonesia dan stabilitas pasar. Baca artikel lengkap di beritaekonomi.id. #EkonomiIndonesia #PasarModal #Rupiah

Poin Utama

  • Rupiah melemah 0,10% menjadi Rp17.157 per dolar AS
  • Rupiah sebelumnya berada di level Rp17.139 per dolar AS

BERITAEKONOMI — (2026/04/17) Nilai tukar rupiah mengalami penurunan sebesar 0,10 persen menjadi Rp17.157 per dolar AS pada pagi hari ini, meskipun ada harapan terkait potensi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyatakan bahwa situasi ini dapat memberikan sentimen positif bagi rupiah jika konflik yang telah berlangsung selama tujuh minggu itu benar-benar berakhir.

Seiring dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa konflik tersebut hampir berakhir, pasar mulai optimis terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi transportasi minyak global yang dapat berdampak signifikan terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Menurut Josua, jika gencatan senjata benar-benar terwujud, hal ini akan meningkatkan kepercayaan investor dan stabilitas pasar. Di sisi lain, pelemahan rupiah yang terjadi pada hari ini bisa jadi merupakan reaksi jangka pendek pasar terhadap ketidakpastian yang masih ada. Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp17.139 per dolar AS, sehingga penurunan ini seharusnya tidak terlalu mengkhawatirkan.

Data terbaru menunjukkan bahwa jika konflik ini selesai, Indonesia dapat memanfaatkan momen tersebut untuk memperkuat posisinya di pasar energi global. Dengan potensi meningkatnya arus perdagangan, hal ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan di Timur Tengah telah berimplikasi pada harga bahan baku dan inflasi di Indonesia, sehingga prospek perdamaian sangat dinanti oleh pelaku bisnis.

Ke depan, para ekonom memperkirakan bahwa jika ketegangan mereda, rupiah bisa kembali menguat. Namun, situasi ini tetap tergantung pada perkembangan politik di AS dan Iran serta respons pasar global. "Kami tetap optimis, tetapi harus tetap waspada terhadap berita-berita yang muncul dari kedua negara," ungkap Josua.

Dengan demikian, kedamaian di Timur Tengah tidak hanya penting bagi stabilitas regional, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Seiring dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi dalam negeri, pergerakan pasar valuta asing akan terus menjadi perhatian utama.

Baca lainnya

Semua Liputan