Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Ekonomi Makro/Nilai Tukar
Nilai Tukar

Rupiah Melemah 0,22% Menjadi Rp17.181, BI Optimis Stabilitas Ekonomi Mendukung Penguatan

Pada 22 April 2026, rupiah melemah 0,22% di tengah ketidakpastian gencatan senjata AS-Iran, tetapi BI optimis fundamental ekonomi Indonesia mendukung penguatan nilai tukar.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
22 April 2026 · 15:23 WIB
1 menit baca
Nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp17.181 per dolar AS, namun BI optimis fundamental ekonomi mendukung penguatan. Baca selengkapnya di beritaekonomi.id. 📈💰 #EkonomiIndonesia #Rupiah #PasarModal
FOTORupiah mengalami penurunan menjadi Rp17.181 per dolar AS, terpengaruh oleh ketidakpastian gencatan senjata antara AS dan Iran. Meski demikian, Bank Indonesia optimis bahwa fundamental ekonomi domestik yang kuat akan mendukung penguatan di masa depan. Baca artikel lengkap di beritaekonomi.id. 📉🌍 #EkonomiIndonesia #Rupiah #PasarModal

Poin Utama

  • Rupiah melemah 0,22% menjadi Rp17.181 per dolar AS

BERITAEKONOMI — (2026/04/22) Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu melemah 38 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.181 per dolar AS. Penurunan ini terjadi di tengah ketidakpastian mengenai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, yang menambah tekanan terhadap pasar valuta asing.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut bahwa situasi ini dipicu oleh keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, yang dirasa sepihak. Hal ini menimbulkan keraguan mengenai kesepakatan lebih lanjut dengan pihak Iran dan Israel, yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) tetap optimis bahwa rupiah dapat menguat, mendukung pernyataan tersebut dengan fundamental ekonomi Indonesia yang solid. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah saat ini dianggap undervalued, dan pihaknya berkomitmen untuk menjaga stabilitas melalui intervensi pasar yang lebih intensif. BI akan meningkatkan transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inflasi yang tetap terkendali, BI yakin bahwa fundamental ekonomi Indonesia akan mendukung penguatan nilai tukar rupiah dalam waktu dekat. Perry menegaskan pentingnya langkah-langkah stabilisasi yang diambil untuk menciptakan kepercayaan di pasar.

Entitas yang Disebut
biperry_warjiyo

Baca lainnya

Semua Liputan