Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Industri & Perdagangan/Energi
Energi

Indonesia Hentikan Impor Solar Mulai 1 Juli 2026, Terapkan B50

Mulai 1 Juli 2026, Indonesia akan menghentikan impor solar dan menerapkan biodiesel 50 persen (B50) berbasis sawit, menurut Menteri Pertanian.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
19 April 2026 · 15:13 WIB
1 menit baca
Mulai 1 Juli 2026, Indonesia hentikan impor solar dan terapkan B50 berbasis sawit. Baca selengkapnya di beritaekonomi.id. 🚜🌱 #IndustriIndonesia #EnergiTerbarukan #KelapaSawit
FOTOIndonesia bersiap menghentikan impor solar dan menerapkan biodiesel 50 persen (B50) berbasis sawit mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini diharapkan memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi emisi karbon. Dengan memanfaatkan kelapa sawit, Indonesia berupaya mendukung keberlanjutan industri energi. Baca artikel lengkapnya di beritaekonomi.id. 🚜🌱 #IndustriIndonesia #EnergiTerbarukan #KelapaSawit

Poin Utama

  • 📅 Indonesia hentikan impor solar mulai 1 Juli 2026
  • B50 adalah campuran 50% biodiesel dan 50% solar

BERITAEKONOMI — (2026/04/19) Indonesia akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026, seiring penerapan biodiesel 50 persen (B50) berbasis sawit. Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan kebijakan ini dalam acara di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada Minggu, 19 April 2026.

Andi Amran menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi nasional. Dengan memanfaatkan kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi. Ia juga menambahkan bahwa kelapa sawit tidak hanya dapat diolah menjadi solar, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk produksi bensin dan etanol, yang saat ini tengah dipercepat pengembangannya.

Dengan penerapan B50, yang merupakan campuran 50% biodiesel dan 50% solar, Amran mengklaim bahwa ini akan menjadi energi masa depan bagi Indonesia. Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan mengembangkan energi terbarukan. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional melalui pengembangan sektor pertanian dan energi.

Implementasi kebijakan ini akan dimulai pada 1 Juli 2026, dan diharapkan akan meningkatkan produksi dalam negeri serta mendorong keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.

Entitas yang Disebut
amran_sulaimankementanits

Baca lainnya

Semua Liputan