Ketegangan Selat Hormuz dan Dampaknya Terhadap Harga Energi Global
Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga energi, mempengaruhi operasional pelabuhan AS dan kebijakan harga minyak goreng di Indonesia.

Poin Utama
- ▸📅 Ketentuan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter
BERITAEKONOMI — (2026/04/20) Ketegangan di Selat Hormuz semakin meruncing setelah Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, memperingatkan bahwa keamanan di kawasan tersebut tidak dapat terjamin jika ekspor minyak Iran terus dibatasi. Dalam pernyataannya, Aref menegaskan bahwa dunia kini dihadapkan pada dua pilihan: pasar minyak yang bebas untuk semua atau biaya besar yang harus ditanggung bersama. Ia menekankan bahwa stabilitas harga energi global bergantung pada berakhirnya tekanan ekonomi dan militer terhadap Iran dan sekutunya.
Di Indonesia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan produsen minyak goreng merek Minyakita untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Ia menyatakan tidak akan segan mencabut izin produsen yang melanggar ketentuan pemerintah terkait harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Menteri Amran menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap produsen yang mencoba memainkan harga di pasar.
Dengan meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dan dampaknya yang meluas, baik di pasar global maupun domestik, perhatian kini tertuju pada langkah-langkah kebijakan yang akan diambil oleh berbagai negara untuk merespons situasi ini. Ketidakpastian di kawasan tersebut berpotensi menambah gejolak lebih lanjut di pasar energi dan logistik global.
Sumber
- 1Iran Peringatkan Keamanan Selat Hormuz Tak Terjamin Jika Ekspor Minyak Dibatasimetrotvnews.com
- 2Teheran Keamanan Hormuz bergantung pada kebebasan ekspor minyak Iranantaranews.com
- 3Imbas Penutupan Selat Hormuz Harga Energi Melambung, Operasional Pelabuhan AS Tertekanmetrotvnews.com
- 4Izin Produsen Minyakita Bakal Dicabut Jika Ketahuan Naikkan Hargametrotvnews.com

