Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Industri & Perdagangan/Energi
Energi

Pertumbuhan Kendaraan Listrik dan Tantangan Ekspor Listrik Hijau di Indonesia

Penjualan kendaraan listrik meningkat pesat di Indonesia, sementara ekspor listrik terhambat regulasi. Kerja sama energi dengan Singapura diharapkan dapat memperkuat sektor ini.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
23 April 2026 · 06:18 WIB
1 menit baca
Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat, sementara ekspor listrik hijau menghadapi tantangan regulasi. Baca selengkapnya di beritaekonomi.id. ⚡🚗 #IndustriIndonesia #EnergiTerbarukan #PasarModal
FOTOKendaraan listrik semakin populer di Indonesia, dengan penjualan yang terus meningkat seiring dengan lonjakan harga BBM. Sementara itu, rencana ekspor listrik hijau ke Singapura terhambat oleh regulasi. Hal ini menunjukkan potensi dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam transisi ke energi bersih. Baca artikel lengkapnya di beritaekonomi.id. ⚡🌱 #IndustriIndonesia #EnergiTerbarukan #PasarModal

Poin Utama

  • 📅 Rencana kerja sama perdagangan listrik lintas batas dengan Singapura sedang didukung oleh Dewan Energi Nasional

BERITAEKONOMI — (2026/04/23) Indonesia menyaksikan lonjakan penjualan kendaraan listrik (EV) yang menggerus pasar kendaraan konvensional, seiring dengan meningkatnya harga bahan bakar minyak nonsubsidi dan semakin dekatnya harga EV dengan mobil bermesin konvensional. Penjualan EV diharapkan terus melonjak, dipicu oleh kemampuan jarak tempuh yang kini mencapai hingga 600 kilometer per pengisian baterai, yang mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap jarak tempuh kendaraan listrik.

Di sisi lain, upaya untuk memperkuat kerja sama perdagangan listrik lintas batas antara Indonesia dan Singapura juga mulai mendapat dukungan dari Dewan Energi Nasional (DEN). Anggota DEN, Saleh Abdurrahman, menyebut kerja sama ini sejalan dengan program interkoneksi energi yang tengah dijalankan oleh ASEAN. Proyek ekspor listrik dari Indonesia, khususnya yang bersumber dari energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), memiliki prospek bisnis yang cerah.

Namun, rencana ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama di sisi regulasi dan implementasi. Saleh menekankan bahwa meskipun peluang investasi terbuka lebar, hambatan di tingkat regulasi dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan proyek. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi regional di tengah kebutuhan listrik yang terus meningkat di kawasan.

Dengan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik yang pesat dan rencana penguatan kerja sama perdagangan listrik, Indonesia berupaya untuk berkontribusi lebih pada transisi energi bersih di kawasan. Namun, tantangan regulasi yang ada harus segera diatasi agar potensi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Baca lainnya

Semua Liputan