Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Pasar Modal/Indeks & Pergerakan Saham
Indeks & Pergerakan Saham

IHSG Anjlok 6,61% dalam Sepekan, Investor Asing Lakukan Net Sell Hampir Rp 3 Triliun

IHSG anjlok 6,61% ke level 7.129,49 dengan net sell asing hampir Rp 3 triliun, sementara kebijakan biodiesel B50 diharapkan jadi katalis positif.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
27 April 2026 · 01:15 WIB
1 menit baca
IHSG anjlok 6,61% dengan net sell asing hampir Rp 3 triliun.
FOTOIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 6,61% ke level 7.129,49 dengan net sell asing hampir Rp 3 triliun selama sepekan.

Poin Utama

  • IHSG turun 6,61% atau 249,11 poin ke level 7.129,49
  • Investor asing mencatat net sell hampir Rp 3 triliun selama pekan lalu
  • Total volume perdagangan mencapai 47,12 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 24,33 triliun
  • 📅 Kebijakan mandatori biodiesel 50% mulai 1 Juli 2026
  • Kurs rupiah ditutup pada Rp 17.278 per dolar AS

BERITAEKONOMI — (2026/04/27) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan lalu dengan penurunan signifikan, turun 6,61% atau 249,11 poin ke level 7.129,49. Penurunan ini merupakan hasil dari lima hari perdagangan berturut-turut di zona merah.

Tekanan terhadap IHSG diperparah oleh aksi jual investor asing yang mencatat net sell hampir Rp 3 triliun selama pekan lalu, dengan Rp 2 triliun di antaranya terjadi pada hari Jumat. Total volume perdagangan mencapai 47,12 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 24,33 triliun.

Pelemahan IHSG ini terjadi di tengah kebijakan baru pemerintah yang akan menerapkan mandatori biodiesel 50% (B50) mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini diperkirakan menjadi katalis positif bagi emiten kelapa sawit, seiring dengan potensi kenaikan permintaan domestik dan penguatan harga CPO global.

Sejumlah analis merekomendasikan saham emiten sawit seperti PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) yang mencatat laba bersih Rp 1,8 triliun pada 2025, naik 60,2% dari tahun sebelumnya. Rekomendasi ini diharapkan bisa menjadi pilihan investasi bagi para pelaku pasar yang ingin memanfaatkan harga saham yang telah terdiskon.

Selain IHSG, kurs rupiah juga mengalami pelemahan, ditutup pada Rp 17.278 per dolar AS menurut data Jisdor Bank Indonesia. Para analis memproyeksikan bahwa investor mungkin akan melakukan speculative buy pada awal pekan ini untuk memanfaatkan harga saham yang lebih rendah.

Entitas yang Disebut
bi

Baca lainnya

Semua Liputan