Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Pasar Modal/Indeks & Pergerakan Saham
Indeks & Pergerakan Saham

IHSG Melemah 0,46% di Tengah Pembelian Saham Asing Rp 473 Miliar

IHSG mengalami penurunan 0,46% pada 21 April, meski investor asing mencatat net buy sebesar Rp 473 miliar di seluruh pasar.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
21 April 2026 · 15:22 WIB
1 menit baca
IHSG melemah 0,46% pada 21 April, meski investor asing melakukan pembelian saham senilai Rp 473 miliar. Baca selengkapnya di beritaekonomi.id. 📉💼 #IHSG #PasarModal #SahamIndonesia
FOTOPada 21 April, IHSG mencatatkan penurunan 0,46%, namun investor asing tetap menunjukkan minat dengan pembelian saham mencapai Rp 473 miliar. Ini menunjukkan adanya ketertarikan meski kondisi pasar saham berfluktuasi. Baca artikel lengkap di beritaekonomi.id. 📉💼 #IHSG #PasarModal #SahamIndonesia

Poin Utama

  • IHSG melemah 0,46% menjadi 7.559,38
  • Net buy investor asing mencapai Rp 473,93 miliar
  • Net buy asing di pasar reguler tercatat sebesar Rp 243,21 miliar

BERITAEKONOMI — (2026/04/21) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (21/4), melemah 34,73 poin atau 0,46% menjadi 7.559,38. Penurunan ini terjadi di tengah pencatatan net buy investor asing yang mencapai Rp 473,93 miliar di seluruh pasar, meskipun IHSG bergerak negatif.

Dalam sesi perdagangan tersebut, net buy asing di pasar reguler tercatat sebesar Rp 243,21 miliar, sedangkan di pasar tunai dan negosiasi mencapai Rp 230,72 miliar. Saham-saham yang paling banyak diborong oleh investor asing termasuk PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dengan net buy Rp 163,9 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 129,5 miliar, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Rp 113,2 miliar.

Di sisi lain, pasar obligasi pemerintah menunjukkan stabilitas dengan yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 5 tahun yang berada di level 6,29%, sedikit menurun dari minggu sebelumnya yang tercatat di 6,34%. Meskipun ada perbaikan dalam indikator risiko, dengan Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun turun menjadi 81,52, minat investor asing terhadap pasar SBN masih tergolong selektif. Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy, mencatat bahwa perbaikan CDS memang meningkatkan persepsi risiko kredit Indonesia, tetapi belum cukup mendorong arus masuk investasi yang signifikan.

Dengan demikian, meskipun IHSG mengalami penurunan, arus dana masuk dari investor asing tetap menunjukkan ketertarikan pada saham-saham tertentu, mencerminkan dinamika pasar yang kompleks di tengah kondisi ekonomi yang berfluktuasi.

Baca lainnya

Semua Liputan