Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Pasar Modal/Indeks & Pergerakan Saham
Indeks & Pergerakan Saham

Investor Asing Lanjutkan Penjualan Saham Bank, Tekanan Berlanjut

(2026/04/27) Saham perbankan Indonesia mengalami tekanan signifikan dengan penjualan bersih oleh investor asing mencapai triliunan rupiah.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
27 April 2026 · 05:17 WIB
1 menit baca
Investor asing terus menjual saham bank besar.
FOTOInvestor asing melanjutkan penjualan saham bank besar Indonesia, menyebabkan tekanan signifikan pada harga saham perbankan.

Poin Utama

  • Penjualan bersih asing pada saham BBCA mencapai Rp 24,27 triliun
  • Saham BBCA turun 25% sepanjang tahun ini hingga 24 April
  • Penjualan bersih asing pada saham BBRI mencapai Rp 6,81 triliun
  • Saham BBRI turun 16,12%
  • Saham BMRI turun 11,7% dengan penjualan bersih asing Rp 5,88 triliun

BERITAEKONOMI — (2026/04/27) Saham perbankan Indonesia mengalami tekanan signifikan dengan penjualan bersih oleh investor asing mencapai triliunan rupiah. Meski kinerja triwulan I 2026 cukup solid, arus keluar dana dari saham bank besar seperti Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) terus berlanjut.

Saham BBCA mengalami tekanan paling berat dengan penjualan bersih asing mencapai Rp 24,27 triliun sepanjang tahun ini hingga 24 April, menyebabkan harga sahamnya turun 25%. Dalam jangka waktu lima tahun, saham BBCA telah mencatat penurunan sebesar 5,3%.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga mengalami penurunan signifikan sebesar 16,12% dengan penjualan bersih asing mencapai Rp 6,81 triliun. Dalam periode lima tahun, saham BBRI telah merosot 25,9%, menunjukkan tekanan yang terus berlanjut.

Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) juga tidak terlepas dari tren penurunan. Saham BMRI turun 11,7% dengan penjualan bersih asing Rp 5,88 triliun, sementara saham BBNI turun 13,7% dengan penjualan bersih asing Rp 2,57 triliun. Namun, kedua bank ini masih mencatat kinerja positif dalam lima tahun terakhir.

Ke depan, tekanan pada saham perbankan mungkin berlanjut jika sentimen negatif dari investor asing tidak mereda. Analis memperkirakan bahwa stabilitas makroekonomi dan kebijakan moneter yang jelas dapat menjadi katalisator untuk membalikkan tren ini.

Entitas yang Disebut
bank_mandiri

Baca lainnya

Semua Liputan