Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Pasar Modal/Indeks & Pergerakan Saham
Indeks & Pergerakan Saham

Investor Jual Saham BREN dan DSSA Setelah Pengumuman MSCI

Setelah pengumuman MSCI, harga saham BREN dan DSSA anjlok akibat tekanan jual signifikan. MSCI juga tetap mempertahankan pembatasan saham RI.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
22 April 2026 · 12:20 WIB
1 menit baca
Harga saham BREN dan DSSA anjlok setelah pengumuman MSCI. Simak berita selengkapnya di beritaekonomi.id. 📉 #IHSG #PasarModal #SahamIndonesia
FOTOSetelah pengumuman MSCI yang mengeluarkan saham BREN dan DSSA dari indeks global, investor merespons dengan menjual saham-saham tersebut secara signifikan. Penurunan harga ini menunjukkan dampak besar yang dapat terjadi dari perubahan indeks terhadap pasar modal Indonesia. Baca artikel lengkapnya di beritaekonomi.id. 📉 #IHSG #PasarModal #SahamIndonesia

Poin Utama

  • DSSA merosot 23,24% menjadi Rp 2.510 per saham
  • BREN turun 17,8% menjadi Rp 5.425 per saham
  • 📅 Evaluasi indeks MSCI dijadwalkan pada Mei 2026

BERITAEKONOMI — (2026/04/22) Harga saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Barito Renewables Energi (BREN) mengalami penurunan tajam pada hari ini setelah pengumuman dari MSCI yang menunjukkan bahwa kedua perusahaan tersebut diproyeksi akan dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard. DSSA merosot hingga 23,24% menjadi Rp 2.510 per saham, sedangkan BREN turun 17,8% di level Rp 5.425 per saham dibandingkan dengan penutupan sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa pembatasan ini menunjukkan pengakuan terhadap perbaikan yang dilakukan bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Meskipun pembatasan terhadap saham Indonesia tetap berlanjut, MSCI berjanji akan melakukan evaluasi lebih lanjut pada tinjauan indeks Mei 2026 mendatang.

Reaksi pasar terhadap pengumuman ini jelas terlihat, dengan investor mengambil langkah untuk menjual saham-saham yang terpengaruh. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan dalam indeks MSCI dapat memiliki dampak signifikan terhadap nilai saham emiten yang terdaftar. Pengumuman berikutnya dari MSCI akan menjadi perhatian bagi para investor yang mengamati perkembangan pasar modal Indonesia.

Entitas yang Disebut
beikseihasan_fawzi

Baca lainnya

Semua Liputan