Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Pasar Modal/Indeks & Pergerakan Saham
Indeks & Pergerakan Saham

Kenaikan BBM Non-Subsidi Berpotensi Tekan Sektor Ritel dan Konsumer

Kenaikan harga BBM non-subsidi berdampak pada biaya hidup dan dapat mempengaruhi kinerja emiten di pasar modal, terutama sektor ritel dan konsumer.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
20 April 2026 · 15:17 WIB
1 menit baca
Kenaikan harga BBM non-subsidi dapat mempengaruhi sektor ritel dan konsumer di pasar modal. Baca selengkapnya di beritaekonomi.id. #IHSG #PasarModal #SahamIndonesia
FOTOKenaikan harga BBM non-subsidi telah menciptakan dampak signifikan pada sektor-sektor tertentu di pasar modal. Sementara sektor energi menunjukkan potensi penguatan, sektor ritel dan konsumer harus bersiap menghadapi tekanan. Simak analisis lengkapnya di beritaekonomi.id. #IHSG #PasarModal #SahamIndonesia

BERITAEKONOMI — (2026/04/20) Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi berpotensi mempengaruhi kinerja emiten di pasar modal Indonesia. Sejumlah sektor, khususnya ritel dan konsumer, diproyeksikan tertekan akibat peningkatan biaya hidup masyarakat kelas menengah dan biaya logistik yang meningkat.

Ahmad Faris Mu’tashim, Investment Specialist dari PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), menjelaskan bahwa emiten dengan struktur biaya tinggi dalam konsumsi energi dan distribusi akan mengalami dampak signifikan. Kenaikan harga BBM dapat menggerus margin laba, terutama bagi sektor manufaktur dan konsumer yang bergantung pada jaringan distribusi luas.

Di sisi lain, emiten di sektor energi justru berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga komoditas global. Sektor ini diperkirakan akan mengalami penguatan, berbeda dengan sektor yang lebih sensitif terhadap biaya logistik. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi pasar modal sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga BBM yang langsung berdampak pada biaya operasional perusahaan.

Penting bagi investor untuk memperhatikan dampak ini ketika mengambil keputusan investasi, terutama dalam memilih saham dari sektor-sektor yang berpotensi tertekan. Kenaikan harga BBM non-subsidi dapat menjadi faktor penentu dalam kinerja saham di masa mendatang.

Baca lainnya

Semua Liputan