Data Intelligence
Pasar
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
PASAR7.043,03▲ 1.02%
LQ45682,76▲ 1.22%
USD/IDR17.430▲ 0.82%
CNY/IDR2.553— 0.00%
BBCA6.025▲ 2.12%
BBRI3.150▲ 3.62%
TLKM2.900▲ 0.35%
ASII5.850▲ 1.16%
ADRO2.490▼ 0.40%
ANTM3.660▼ 3.68%
EMAS$4.558,40▲ 0.86%
BTC$80.969▲ 1.43%
Delayed 1h
Beranda/Properti & Infrastruktur/Infrastruktur
Infrastruktur

Jembatan Darurat di Lembar Ambruk, Pendidikan dan Ekonomi Terdampak

Jembatan darurat di Desa Sekotong Timur ambruk, mengganggu pendidikan dan perekonomian warga. Pembangunan jembatan permanen diminta segera direalisasikan.

BE
Ditulis oleh
Redaksi BeritaEkonomi
17 April 2026 · 11:18 WIB
2 menit baca
Jembatan darurat di Lembar ambruk, mengganggu pendidikan dan perekonomian. Pembangunan jembatan permanen diminta segera. Baca selengkapnya di beritaekonomi.id. #Infrastruktur #EkonomiIndonesia #Pendidikan.
FOTOJembatan darurat yang ambruk di Desa Sekotong Timur mengakibatkan lumpuhnya aktivitas pendidikan dan perekonomian. Warga terpaksa menggunakan batang kelapa sebagai penopang sementara. Pembangunan jembatan permanen diharapkan segera dilakukan untuk memulihkan akses yang vital bagi masyarakat. Baca artikel lengkap di beritaekonomi.id. #Infrastruktur #EkonomiIndonesia #Pendidikan.

Poin Utama

  • Jembatan darurat ambruk pada 14 April 2026

BERITAEKONOMI — (2026/04/17) Jembatan darurat di Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) ambruk pada 14 April 2026, mengakibatkan lumpuhnya aktivitas pendidikan dan perekonomian warga. Jembatan tersebut tidak mampu menahan beban, sehingga warga setempat terpaksa memasang dua batang pohon kelapa sebagai penopang untuk sementara.

Ambruknya jembatan ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Kepala Desa Sekotong Timur, Marwan Hakim, mengungkapkan bahwa kecelakaan ini sangat berdampak pada pendidikan anak-anak di dua desa yang mengandalkan jembatan untuk pergi ke sekolah. Banyak siswa enggan bersekolah karena merasa tidak aman melintasi jembatan darurat tersebut, dan orang tua mereka juga melarang untuk melintasinya.

“Makanya ini banyak anak-anak kami nggak mau sekolah, karena takut sama jembatan itu. Orang tua mereka juga melarang,” ujar Marwan. Situasi ini menunjukkan bagaimana infrastruktur yang tidak memadai bisa mengganggu akses pendidikan, yang seharusnya menjadi hak dasar bagi setiap anak.

Dari segi ekonomi, ambruknya jembatan juga mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Jembatan tersebut merupakan jalur utama bagi transportasi barang dan jasa. Ketidakmampuan warga untuk melintasi jembatan ini berpotensi menurunkan pendapatan para pedagang dan petani, karena akses ke pasar menjadi terhambat.

Kepala desa meminta kepada pemerintah untuk segera mempercepat pembangunan jembatan permanen. Pembangunan infrastruktur yang memadai sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pendidikan di daerah tersebut. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa infrastruktur yang kuat adalah pilar penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Proyek pembangunan jembatan permanen ini diharapkan dapat segera direalisasikan untuk menghindari dampak lebih jauh bagi masyarakat. Ketidakpastian dalam hal infrastruktur bisa membuat warga kehilangan harapan untuk memperoleh pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan adanya jembatan yang kokoh, diharapkan aktivitas ekonomi dan pendidikan di daerah tersebut dapat berjalan normal kembali.

Situasi ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan semua pihak tentang pentingnya investasi dalam infrastruktur dasar sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Seperti yang diungkapkan oleh Marwan, “Kami sangat berharap agar pembangunan jembatan permanen ini dapat diprioritaskan agar anak-anak kami bisa sekolah dengan aman dan aktivitas ekonomi berjalan lancar.”

Baca lainnya

Semua Liputan