Kementerian PU Percepat Regulasi Asbuton untuk Kurangi Impor Aspal 30%
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo targetkan regulasi penggunaan Asbuton rampung dalam dua pekan untuk kurangi ketergantungan impor aspal nasional.

Poin Utama
- ▸📅 Rancangan Peraturan Menteri tentang penggunaan Asbuton ditargetkan selesai dalam 1-2 minggu ke depan
- ▸Target pengurangan ketergantungan impor aspal hingga 30%
BERITAEKONOMI — (2026/04/18) Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan Rancangan Peraturan Menteri (Permen) tentang penggunaan Aspal Buton (Asbuton) Olahan rampung dalam dua pekan ke depan. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor aspal, yang selama ini menjadi beban bagi anggaran negara dan sektor infrastruktur.
Dody menekankan bahwa secara teknis, penggunaan Asbuton tidak menghadapi kendala besar. Namun, untuk memastikan implementasinya berjalan optimal, diperlukan sebuah payung hukum. Oleh karena itu, Kementerian PU mempercepat penyusunan Permen tersebut agar bisa segera diluncurkan. "Kita targetkan dalam 1-2 minggu ke depan sudah selesai, sehingga bisa segera kita launching," ujar Dody dalam keterangan tertulisnya.
Regulasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal dan menciptakan ketahanan dalam rantai pasok aspal di Indonesia. Dody menambahkan bahwa salah satu inovasi dalam kebijakan ini adalah penerapan skema A30, yang diharapkan dapat mendukung produksi dan penggunaan Asbuton secara lebih luas.
Dengan adanya regulasi ini, diharapkan akan ada penurunan ketergantungan terhadap impor aspal hingga 30%, sehingga Indonesia bisa lebih mandiri dalam penyediaan bahan konstruksi penting tersebut. Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong penggunaan material lokal guna mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Sumber
- 1Menteri PU Kebut Aturan Asbuton, Target Kurangi Impor Aspal 30%finance.detik.com



